Kehilangan Diri


Seorang wanita.. Hidup dengan segala label, peran, tanggung jawab, dan hakekat yang diembannya.. Menjadi seorang anak perempuan yang disayangi dan dikasihi.. Menjadi seorang adik perempuan yang dilindungi dan dimanja.. Menjadi seorang sahabat tempat mencurahkan rasa… Menjadi seorang istri… Dan insya Allah kelak menjadi seorang ibu…
Betapa mulia seorang wanita.. Bukan hendak meninggi, sungguh.. Namun cobalah pikir, kita semua terlahir dari rahim seorang wanita… Kita semua mencintai setidaknya seorang wanita… Kita semua selalu menyisipkan satu doa untuk satu sosok wanita… Maka tidakkah begitu mulia, hanya dengan menjadi seorang wanita…?

Tapi wanita juga seorang diri… Satu entitas pribadi.. Dengan sejuta mimpi.. Asa.. Harap… Cita-cita.. Keinginan… Tak hanya lelaki, wanita juga punya itu semua…

Namun dikala wanita dipercaya dengan suatu kodrat… Dengan segala tanggung jawab dan konsekuensi yang harus diemban.. Haruskah dia kehilangan dirinya…?

Ah.. Namun memang… Wanita… Ketika dia mencinta… Maka turunlah itu semua menjadi yang kedua… Menyilahkan cinta dan keluarga menjadi urutan pertama… Dan dirinya… Sudah, cukup menjadi pertimbangan kesekian…

Kadang asa itu akan mengetuk… Kadang mimpi itu menyeruak kelamnya malam…
Kadang cita-cita itu menyapa…
Dan mereka pun bertanya…
Wahai wanita… Bagaimana kabarmu kini? Lama sudah tak kau sapa kami.. Apakah telah hilang dirimu kini? Terbuai dengan alunan hidup di setiap pagi…

Dan wanita pun menjawab…
Tidak.. Tentu tidak… Mengapa hendak ku lupakan kalian…? Yang menjadi penyemangat di kala murung… Pemompa keyakinan di kala diri ini menyangsikan kemampuan diri…

Tidak.. Aku tidak kehilangan diriku…
Aku masih mengingat engkau wahai mimpi… Masih terbayang engkau wahai asa.. Masih terurai jelas engkau wahai cita…
Namun di kala kulihat cinta…
Tanpa sadar luluhlah ego yang ada…

Namun tunggu saja…
Tidakkan kulupa… Tidak..

Karena memang..

Wanita… Diriku adalah wanita…
Dan aku adalah aku….
Jadi mengapa harus beradu?
Mengapa harus berselisih?

Aku adalah wanita…
Namun aku takkan kehilangan diri…
Kan kujalani alunan pagi hingga malam menyelimuti…
Tapi takkan lupa kujemput mimpi…

Wanita.. ini hanyalah soalan waktu…
Ini hanyalah tentang sabar untuk menunggu…
Dan jika tiba masanya kelak…
Wanita… Jangan pernah kau enyahkan asa mimpi dan citamu…
Karna cinta tak pernah, dan tak akan memaksamu, untuk kehilangan dirimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s