Interneee….


Udah lama banget rasanya ga blogging. Jadi ngerasa ada yang ngestuck dan harus cepet-cepet dikeluarin. Hehe.

Kurang lebih aku udah 5 minggu menjalani kepaniteraan klinik di siklus Interne alias Penyakit Dalam. Banyak suka-duka dalam artian yang sebenar-benarnya, hehe. Suka karena ilmunya menarik. Dari dulu aku udah suka juga sama ilmu Interne. Rasanya “kaya” saking luasnya cakupan ilmu interne ini. Kebetulan, topik skripsi aku juga tentang DM dan TB kan, cakupan interne juga. Jadi pas baru masuk interne 5 minggu yang lalu rasanya ya kayak ketemu teman lama aja *keinget skripsi* hhe.

Duka-nya, karena capek nya. Haha. Capek banget. Ga tau etiologi capeknya apa. Apa karena beruntun 4 minggu bisa dibilang ga terlalu dapet jeda libur, hehe. Minggu pertama di wing A HCU (aku masih suka geges dan cemas-cemas ga menentu, ga nyantai). Terus hari minggunya langsung berangkat ke Bukittinggi buat dinas daerah selama 1 minggu. Dinas daerah di Bukittinggi bisa dibilang sama aja kayak dinas di Padang, sebelas dua belas lah sibuknya. Jadi ga terlalu berasa dinas daerah (kalo kate orang pan dinas daerah tu liburan mestinya, hha). Trus tanpa jeda ataupun libur satu haripun, hari minggu berikutnya langsung dinas di Padang. Trus kevorsir lagi 1 minggu full di IP, trus hari minggu berikutnya dinas lagi dan di IP lagi. Trus 1 minggu di IP lagi, trus sabtunya dinas, dan berarti hari minggu berikutnya postdinas, yang mana seharusnya bisa istirahat tapi ga bisa juga karena mama minta nemenin ke pasar, dan jadilah aku ga istirahat juga. 4 minggu yang memvorsir tenaga banget, tanpa jeda. Emang sih di 4 minggu itu ada 2 kali event libur nasional, which was 25 desember dan 1 januari. Tapi ga kerasa, soalnya tanggal 24 desember-nya aku dinas, jadi pas libur 25 desember itu aku tepar setepar teparnya karna postdinas. Dan di RS kami ga mengenal libur bersama tanggal 26 desember (maksudnya, tanggal 26 desember itu ga libur kayak orang-orang se-Indonesia lainnya, jadi langsung masuk lagi). Dan coba tebak, tanggal 1 januari, aku dinas lagi. Ga bersahabat banget emang jadwal dinas saya. haha. Alhamdulillah, akhirnya hari Minggu tanggal 12 januari kemaren, aku resmi mendapatkan hari Minggu pertama selama di Interne tanpa embel2 dinas, postdinas, ataupun segala jenis keteparan lainnya. hhe. Aaah, feel free banget! Padahal sebenarnya mestinya aku DINAS LAGI loh! tapi alhamdulillah rizki mau gantiin dan jadinya aku gantiin dinas dia besok insya Allah, hari Selasa (hari libur juga), hha. Ya, gapapa lah, seenggaknya ga hari Minggu. hhe.

Ga hanya capek fisik, capek hati juga. Hehe. Capek hati karna siklus ini ternyata rawan konflik. Semuanya serba sensitif. Atur jadwal dinas sensitif, atur pembagian lantai sensitif, atur poin minggu 8 nanti -mungkin- juga sensitif. Huff. Memang ga ada konflik besar-besaran kayak gunung meletus, hehe. Tapi kerasa aja ada yang beda sama siklus-siklus sebelumnya. Kurang hangat. Semoga ini jadi salah satu proses pendewasaan buat kami semua. Buat kami belajar lebih dewasa, lebih lapang dada, lebih mengedepankan berbaik sangka sama teman, belajar ga egois, belajar tulus, belajar berteman dengan hati, belajar bekerja dengan hati. Terutama buat dina. Insya Allah. Aamiiin…

Ada satu hal juga yang dina pelajarin selama di siklus ini, bahwa: There’s no fake friend. There are only some of them who unwillingly did several mistakes since they had to face a hard situation. Di dunia ini, dina percaya ga ada istilah “teman-palsu”. Sekali berteman, kita selamanya teman. Mungkin terkesan klise dan naif, tapi dari zaman baheula dan masih orok, dina selalu percaya dengan kekuatan “persahabatan” ini. Sekali berteman, sekali bersahabat, kita selamanya sahabat. Memang, terkadang akan ada masa-masa sulit yang menjadikan beberapa orang teman (atau mungkin diri kita sendiri) berbuat sesuatu yang ga sesuai dengan kehendak hati teman yang lain, dan menjadikan situasi jadi kurang nyaman, sehingga harus ada salah satu yang berbesar hati, mengalah, memaklumi, dan bersabar. Bahkan mungkin kedua belah pihak jadinya malah saling merasa pihaknya-lah yang sedang bersabar, mengalah, berbesar hati terhadap pihak yang lain. Mungkin kedua belah pihak sama-sama merasa pihaknya-lah yang sedang berada di posisi yang benar, dan pihak yang lain sedang berada di pihak yang “khilaf”. Entah siapa yang benar, tergantung dari sisi mana kita melihat. Karena dalam hubungan interaksi sesama manusia, mungkin memang ga ada yang namanya kebenaran hakiki atau kesalahan hakiki. Yang ada hanyalah keputusan yang dianggap benar oleh seseorang dalam menghadapi suatu kondisi tertentu. Maka jika ada dua pihak yang menghadapi kondisi yang saling berlawanan, keduanya akan menganggap tindakan yang mereka ambil adalah yang terbaik, dan yang pihak lain ambil bukanlah yang terbaik. Bukan berarti pihak yang satu jahat, dan yang lain baik. Bukan berarti pihak yang satu menjadi tidak berteman atau bermusuhan dengan pihak yang lain. Bukan berarti otomatis persahabatan yang ada menjadi hilang. Ga bisa gitu. Ga bisa sesimpel itu memaknainya. Mungkin iya, dari kaca mata diri yang egois, kita bisa aja menilai bahwa pihak yang satu lagi ini ga asik banget, mau menang sendiri aja, atau -yang lebih parah- bisa aja dicap bukan temen lagi. Tapi kalo kita lihat dari kaca mata persahabatan, kita akan sangat sangat mengerti, bahwa teman kita ini mungkin berbuat demikian karena posisinya yang sedang terjepit, mungkin karena dia memang menerima pembagian yang tidak adil, mungkin karena memang ada yang salah dengan situasi yang terjadi. Bukan karena kita tidak berteman lagi, tapi ini hanya soal situasi. Then, once again, there is NO fake friend. There are only some of them who unwillingly did several mistakes since they had to face a hard situation.

Sisi menyedihkan lainnya dari siklus ini adalah, aku jarang banget bisa dapat waktu buat Dhuha. Pagi jam setengah tujuh (idealnya) udah harus follow up pasien. Abis itu, langsung kerjain orderan. Segala kerempongan ini baru berakhir jam 11-an lah.. Dan itu waktu dhuha udah habis. Gersang banget. Yang bisa diperjuangkan saat ini tinggal bangun malam tahajud. Semoga bisa lebih baik ke depannya. Aamiin..

Tapi sisi indahnya, aku dapat teman-teman sekelompok yang barla banget! haha. alhamdulillah kami sekelompok kompak, dan saling bahu-membahu mengerjakan semua orderan. hhe. Kadang orderannya ga dikerjain per-PJ pasien, tapi per tipe orderan. Artinya, yang EKG sekalian ngerjain semua EKG di hari itu. Yang nge-AGD, saling ngebantuin dan kalo mau kirim ke labor bareng-bareng biar sekalian 1 tabung jet, jadi hemat listrik ngirimnya. Dan berbagai bentuk kerja sama lainnya, hehe. Alhamdulillah. Janji Allah banget, bersama kesulitan ada beberapa kemudahan. Dan sungguh, bersama (satu) kesulitan akan selalu ada beberapa kemudahan. Allahuakbar.

Yaa.. begitulah.. Siklus ini nano-nano banget. suka-duka iya, random iya, tapi mono juga iya sih, soalnya tipe orderannya alhamdulillah hampir sama setiap harinya. Nano-nano lah. Haha.

Last but not least, lets have a bunch of shalawat tonight, my friends!🙂 We miss you, dearest Rasulullah.. Allahumma shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala aali Muhammad..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s