Seringkali


Seringkali solusinya adalah taubat…
Bukan sabar..
Karena siapa tau, dan seringkali, yang bermasalah itu bukanlah yang di luar, tapi yang di dalam sini… *nunjukmediastinum*

Karena untuk kacamata yang buram dan berkabut,
Solusinya bukanlah pemakluman, tapi bersih-bersih…

Untuk kaus kaki yang sudah bau,
Solusinya bukanlah nunggu sampai baunya harum sendiri, melainkan dicuci…

Diri ini seringkali merasa sudah berbuat yang terbaik..
Seringkali merasa di pihak yang harus bersabar atau maklum..
Padahal, justru jauh lebih sering lagi, orang-orang di sekitar lah yang bersabar dan bermaklum terhadap diri ini…

Ya, seringkali, diri ini bersikap menjadi diri yang tak tau diri…

*istighfar*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s