Aku yang keteteran


Akhirnyaa.. Ngepost lagi.. Setelah sekian hari..*bahagia*😀

Baiklah, kali ini hanya akan berbagi saja, tentang betapa abstraknya aku tiga minggu terakhir.

Alhamdulillah, tiga minggu terakhir ini aku udah masuk koas… Hal yang udah jadi impian aku sejak kecil, dan udah jadi bahan doa aku selama beberapa bulan terakhir ke Allah… Here i am.. yeyy… Alhamdulillah…

But… Di tengah rasa syukur itu, banyak banget hal yang harus aku muhasabah dari diri aku akhir-akhir ini… Aku ngerasa gersang.. Aku ngerasa keteteran.. Aku ngerasa semuanya serba tertumpuk dan aku hanya punya waktu 24 jam sehari untuk menyelesaikan semuanya. Rasanya, ga cukup. Aku ga tau ini mengeluh atau apa. Sejak awal masuk koas, satu prinsip yang terus aku tanamkan di hati aku adalah, aku ga boleh ngeluh. Karena memang, jauh sebelum aku masuk koas, keluhan dari para senior tentang dunia perkoasan udah santer aku dengar. Yang koas itu capek lah, dinas malam lah, dan lain lain dan lain lain… Dan karena udah sering denger itulah, makanya aku tanamin prinsip untuk ga ngeluh seperti itu. Insya Allah aku akan jalanin semaksimal aku sebisa aku. Toh ini adalah cita-cita aku, jadi kenapa harus mengeluh.

Dan, memang, untuk segala macam tugas-tugas dan kesibukan perkoasan ini, aku ga mau ngeluh, insya Allah… Hanya saja, ada hal lain yang bikin aku miris setelah masuk koas ini. Bukan tentang Koas nya. Tapi tentang AKU nya. Yaitu ternyata aku masih minus dalam hal kemampuan manajemen diri, manajemen waktu, manajemen fokus. Aku keteteran. Itu jelas sekali.

Dalam hal belajar, di RS ini sungguh banyak banget hal yang bisa kita pelajarin, dan aku sangat menikmati. Konsulen, residen, perawat, senior, teman2 semuanya mau kasih ilmu sebanyak-banyaknya. Apalagi di bedah ini.. Ah.. siklus terenak sepertinya. Alhamdulillah. Hanya saja, aku rasa aku butuh waktu beberapa jam seminggu untuk benar-benar bisa merapihkan semua file-file ilmu yang tersodokkan ke otakku dalam waktu singkat menjadi suatu folder ilmu yang benar-benar rapih dan bisa aku buka dengan cepat tanpa bingung harus mencari-cari “bagian ini dimana ya?” “bagian itu dimana ya?”. Di momen penuh informasi seperti ini, kontemplasi dengan diri sendiri dan kertas kosong adalah harus. Agar informasi itu ga hanya jadi setumpukan data tanpa integrasi, yang ga bisa sewaktu-waktu dire-call lagi. Dan disanalah masalahnya. Tiga minggu koas, aku belum punya waktu yang benar-benar pas untuk belajar sendiri…😦 Ya.. semoga aku bisa lebih baik membagi waktu untuk seterusnya…

Dalam hal amanah, aku ga tau mesti ditaruh dimana muka aku. Aku fix jadi orang yang ga amanah…😦 Tiga minggu koas, dan aku benar2 keteteran untuk ngurusin IT.. Jelas salahnya ada di aku yg ga bisa atur waktu… Ya Allah.. Ampuni hamba.. Belum lagi mentoring adek2 smansa… Hiks.. Lepas dari skripsi, salah satu target utama aku adalah kembali aktif di mentoring adek2 rohis smansa… Tiap sabtu siang kesana bareng Lani untuk ketemu sama adek2 yang akupun dulu seperti mereka… Dan dengan sangat berat hati, aku melepas 1 kelompok mentoring aku, karna aku memang ga bisa pulang sebelum jam 2 di koas ini… Dan ga mungkin aku menelantarkan adek2 yang sedang semangat2nya bermentoring itu selama berminggu2… Dakwah harus tetap jalan.. Jadilah mereka ditransfer ke kakak mentor yang lain… AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……. :((

Yah.. begitulah… Aku harus benar-benar membenahi diri.. Ga boleh kayak gini terus-terusan.. Harus bisa lebih apik ngatur jadwal, ngatur waktu…

Dan ga boleh ngeluh! Insya Allah… Bismillah Ya Allah..

Allahumma yassir wa laa tu’assir..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s