Kalaulah Aku Tahu…..


Di suatu negara maju, terdapat sebuah Perusahaan Real Estate yang terkenal. Perusahaan ini berhasil meraih kejayaan dn nama baiknya karena seorang Tukang Kayu yang sangat pandai dan ahli membangun rumah.

Suatu hari, Tukang Kayu tersebut merasa bosan dengan pekerjaannya. Dia berniat untuk pensiun. Tukang Kayu ini pun kemudian menyampaikan keinginannya pada pemilik perusahaan. “Pak, saya ingin berhenti dari perusahaan ini, ” ucap si Tukang Kayu.

Pemilik perusahaan tersebut merasa sedih mendengar keinginan tukang kayu ini. Karena, jika tukang kayu tersebut berhenti bekerja di perusahaannya, berarti dia akan kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. “Tidakkah bisa Anda pikir-pikir lagi keinginan Anda itu?” Pemilik perusahaan itu mencoba untuk menahan si Tukang Kayu. Namun, keinginan tukang kayu ini untuk pensiun sangat kuat. “Tidak, Pak. Saya ingin pensiun secepatnya. Saya sudah letih, Pak.” Melihat keinginan si Tukang Kayu yang begitu kuat, pemilik perusahaan itu pun kemudian luluh dan memberi izin padanya untuk berhenti dari perusahaan itu. “Baiklah, Tukang Kayu. Saya izinkan Anda berhenti dari perusahaan ini. Tapi dengan satu syarat.” Tukang Kayu tersebut sedikit terkejut. “Syarat apa itu, Pak?” tanya si Tukang Kayu. “Syaratnya adalah, Anda harus buatkan satu buah rumah terakhir sebelum Anda berhenti dari perusahaan ini.” Jawab pemilik perusahaan. Tukang Kayu itupun kemudian heran sekaligus sedikit jengkel. ‘Lho? Aku minta pensiun… Bukannya pesangon yang diberikannya, malah pekerjaan baru… ‘ pikirnya dalam hati.

Tapi Tukang Kayu itupun akhirnya bersedia untuk membuat rumah terakhir untuk perusahaan itu. Namun, karena adanya rasa kesal di dalam hati, dia mengerjakan rumah itu dengan malas dan ogah-ogahan. Akhirnya, rumah yang dia buat itu selesai dengan kualitas yang jauh di bawah rumah-rumah yang pernah dia buat sebelumnya.

Saat pemilik perusahaan melihat hasil rumah yang si Tukang Kayu buat itu, dia sedikit kecewa karena kualitasnya tidaklah bagus. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan. Namun, si pemilik perusahaan itu tetap berterima kasih kepada si Tukang Kayu. “Terima kasih telah bersedia membuatkan rumah terakhir untuk perusahaan ini, Pak.” Pemilik perusahaan itu lalu meronggoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kunci. “Nah, ini dia. Ini kunci rumah ini, Pak. Silahkan Bapak simpan. Rumah yang Bapak buat ini sebenarnya adalah hadiah terakhir dari perusahaan ini untuk Bapak atas pengabdian dan dedikasi Bapak selama bekerja di perusahaan ini. Silahkan diterima kuncinya, Pak.” Kata si pemiliki perusahaan.

Sang Tukang Kayu pun tersontak. Dia kaget sekaligus menyesal. “Ya Allah… Jikalah aku tahu rumah yang aku buat ini adalah untukku… Pasti akan aku kerjakan rumah ini dengan sebaik-baiknya… Dengan penuh semangat… Dengan penuh kerja keras… Agar menghasilkan rumah yang berkualitas untuk tempat tinggalku setelah ini… Aah… Seandainya aku tahu… Seandainya aku sadar….” ujarnya dalam hati….

…………………………..

Q.S. Fushilat:46

“Barang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-(Nya).”

Ya Allah… Jikalah aku tahu RAMADHAN ini adalah untukku… Pasti akan aku isi dengan amal ibadah yang sebaik-baiknya… Dengan penuh semangat… Dengan penuh kerja keras… Tidak akan kusia-siakan…. Agar MENJADI BEKAL yang berkualitas untuk AKHIRATKU setelah ini… Aah… Seandainya aku tahu… Seandainya aku sadar….

2 thoughts on “Kalaulah Aku Tahu…..

    • Wa’alaikumussalam wr wb…
      Tafadholi kakaaak…🙂 cerita aslinya ada di buku “Half-Full Half-Empty” kak…
      improvisasinya terinspirasi dari ceramah tarawih di masjid.. hehehehe….
      semoga bermanfaat ya kak…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s