Keutamaan Wudhu


“Wudhu”… Tentu saja, kata ini sudah tidak asing lagi bagi kita. Setiap kali kita akan menunaikan sholat, terlebih dahulu kita akan menuju tempat berwudhu, menyingsingkan lengan baju, dan membasahi anggota-anggota tubuh kita dengan air yang mengalir. Semuanya kita lakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat sah sholat, yakni suci dari hadas dan najis. Bisa dikatakan, berwudhu adalah aktivitas yang telah sangat rutin kita lakukan. Namun, apakah kita telah benar-benar merasakan manfaat wudhu itu secara lahir dan bathin???

Secara terminologi, Wudhu’ adalah sebuah syari’at kesucian yang Allah SWT tetapkan kepada kaum muslimin sebagai pendahuluan bagi sholat dan ibadah lainnya. Di dalamnya terkandung sebuah hikmah yang mengisyaratkan kepada kita bahwa hendaknya seorang muslim memulai ibadah dan kehidupannya dengan kesucian lahir dan batin.

Setiap ketentuan yang Allah tetapkan tentu saja bertujuan demi kebaikan hamba-hambaNya. Perintah untuk berwudhu ini juga memiliki banyak faedah bagi lahir dan bathin kita. Keutamaan-keutamaan wudhu yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist, antara lain:

1. Penghapus Dosa Kecil dan Pengangkat Derajat

    Wudhu adalah amalan ringan, tapi pengaruhnya ajaib dan luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:

    Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, “Ketika orang yang berwudhu membasuh mukanya, maka terhapuslah segala dosa muka dan dosa kedua matanya seiring dengan tetesan air wudhu itu. Ketika dia membasuh kedua tangannya, maka terhapuslah segala bentuk dosa tangan bersamaan dengan tetesan air dari tangannya. Ketika dia membasuh kedua kakinya, maka terhapuslah segala bentuk dosa kaki bersamaan dengan tetesan air terakhir pembasuh kaki itu, sehingga dia bersih dari segala bentuk dosa yang pernah dilakukannya.” [HR. Muslim]

    Selain menghapuskan dosa kecil, wudhu’ juga mengangkat derajat dan kedudukan seseorang dalam surga. Hal ini diterangkan dalam Hadist Rasulullah SAW:

    Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan aktivitas yang dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat?” Para sahabat menjawab, “Mau, Rasul.” Rasulullah melanjutkan sabdanya: “Menyempurnakan wudhu di saat sulit, memperbanyak pergi ke mesjid, dan membiasakan menunggu waktu sholat setelah sholat. Itu semua merupakan tali yang kuat.” [HR. Muslim]

    Maksud dari kata “sulit” di sini adalah keadaan yang sangat dingin atau sakit yang mengakibatkan seseorang malas beraktivitas, seperti malasnya seseorang untuk berwudhu dalam keadaan demikian. Jika seseorang terbiasa melawan kemalasan tersebut, maka dia akan memperoleh ampunan, tambahan pahala, dan masuk surga.

    2. Pelepas Ikatan Setan

      Setan senantiasa mengintai dan mengawasi kita. Bahkan ia selalu mencari jalan untuk menjauhkan kita dari kebaikan yang telah digariskan oleh Allah dan rasul-Nya. Diantara makar setan, ia membuat buhul pada seorang diantara kita saat kita tidur agar kita berat bangun beribadah. Rasulullah SAW bersabda,

      “Setan membuat tiga ikatan pada tengkuk seorang diantara kalian jika ia tidur. Setan akan memukul setiap ikatan itu (seraya membisikkan), “Bagimu malam yang panjang, maka tidurlah”. Jika ia bangun seraya menyebut Allah (berdzikir), maka terlepaslah sebuah ikatan. Jika ia berwudhu’, maka sebuah ikatan yang lain terlepas. Jika ia sholat, maka sebuah ikatan akan terlepas lagi. Lantaran itu, ia akan menjadi bersemangat lagi baik jiwanya. Jika tidak demikian, maka ia akan jelek jiwanya lagi malas”. [HR. Al-Bukhori dan Muslim]

      3. Tanda Pengikut Nabi Muhammad SAW

        Nabi Muhammad SAW telah mengabarkan kepada kita bahwa beliau akan mengenali ummatnya di Padang Mahsyar dengan adanya cahaya pada anggota tubuh mereka, karena pengaruh wudhu’ mereka ketika di dunia. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW:

        Abu Hurairah ra. Berkata, “Rasulullah SAW pernah mendatangi pekuburan seraya bersabda, “Semoga keselamatan bagi kalian wahai rumah kaum mukminin. Aku sangat ingin melihat saudara-saudara kami”. Mereka (para sahabat) berkata, “Bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Kalian adalah para sahabatku. Sedang saudara kami adalah orang-orang yang belum datang berikutnya”. Mereka berkata, “Bagaimana anda mengenal orang-orang yang belum datang berikutnya dari kalangan umatmu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Bagaimana pandanganmu jika seseorang memiliki seekor kuda yang putih wajah, dan kakinya diantara kuda yang hitam pekat. Bukankah ia bisa mengenal kudanya”. Mereka berkata, “Betul, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda, “Sesungguhnya mereka (umat beliau) akan datang dalam keadaan putih wajah dan kakinya karena wudhu’. Sedang aku akan mendahului mereka menuju telaga. Ingatlah, sungguh akan terusir beberapa orang dari telagaku sebagaimana onta tersesat terusir. Aku memanggil mereka, “Ingat, kemarilah!!” Lalu dikatakan (kepadaku), “Sesungguhnya mereka melakukan perubahan setelahmu”. Lalu aku katakan, “Semoga Allah menjauhkan mereka”. [HR. Muslim dalam Ath-Thoharoh, bab: Istihbab Itholah Al-Ghurroh (583)]

        Seorang muslim akan dikenali oleh Nabi Muhammad SAW dengan cahaya pada wajah dan tangannya. Maka hendaknya setiap orang diantara kita menjaga cahaya ini dengan menjaga wudhu, dan sholat. Abdur Ra’uf Al-Munawiyrahimahullah– berkata, “Barangsiapa yang lebih banyak sujudnya atau wudhu’nya di dunia, maka wajahnya nanti akan lebih bercahaya dan lebih berseri dibandingkan selain dirinya. Maka mereka (kaum mukminin) nanti disana akan bertingkat-tingkat sesuai besarnya cahaya”. [Lihat Faidhul Qodir (2/232)]

        1. Jalan Menuju Surga

        Jalan-jalan surga telah dimudahkan oleh Allah SWT bagi orang yang Allah berikan taufiq dan hidayah. Perhatikan Bilal bin Robah ra., beliau mendapatkan kabar gembira bahwa ia termasuk penduduk surga, sebab ia telah berusaha menapaki sebuah jalan diantara jalan-jalan surga. Dengarkan kisahnya dari Abu Hurairah ra., ia berkata,

        “Nabi Muhammad SAW pernah bersabda kepada Bilal ketika sholat Fajar, “Wahai Bilal, ceritakan kepadaku tentang amalan yang paling engkau harapkan yang pernah engkau amalkan dalam Islam, karena sungguh aku telah mendengarkan detak kedua sandalmu di depanku dalam surga”. Bila berkata, “Aku tidaklah mengamalkan amalan yang paling aku harapkan di sisiku. Cuma saya tidaklah bersuci di waktu malam atau siang, kecuali aku sholat bersama wudhu’ itu sebagaimana yang telah ditetapkan bagiku”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Al-Jum’ah, Bab: Fadhl Ath-Thoharoh fil Lail wan Nahar (1149), dan Muslim (6274)]

        Hadits ini menunjukkan kepada kita bahwa berwudhu’ lalu sholat sunnah setelahnya merupakan amalan yang berpahala besar.

        Demikianlah beberapa keutamaan dari amalan berwudhu yang tercantum dalam Al-Qur’an dan Hadist. Tentu saja masih banyak faedah dari amalan berwudhu yang belum terbahas dalam tulisan ini.

        Mengingat begitu banyaknya faedah yang dapat kita peroleh dari amalan ini, marilah kita sempurnakan wudhu kita mulai dari sekarang … Agar kita dapat merasakan manfaat berwudhu ini secara lahir dan bathin, dan terutama agar Rasulullah SAW mengenali kita sebagai umatnya di Padang Mahsyar kelak… Amiiiin…. Ya Rabbal ‘Alamiiiin… =)

        5 thoughts on “Keutamaan Wudhu

        1. like this lagi na😀

          amin amin amin ya Allah…amin ya Rabb…
          ingin sekali jadi salah satu hamba Allah yang beruntung bergabung dalam barisan panjang pengikut Rasulullah saw..
          semoga kita ketemu pas lagi baris2 nanti ya ukht.. (hehehe…Amin! ;D )

        Leave a Reply

        Fill in your details below or click an icon to log in:

        WordPress.com Logo

        You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

        Twitter picture

        You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

        Facebook photo

        You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

        Google+ photo

        You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

        Connecting to %s